lundi 31 octobre 2011

Hari ini saya kesiangan...

Hari ini saya kesiangan
Hari ini saya lusuh
Burung pun tertawa melihat tingkah saya

Coba ku bangun dunia
Menggapai cita
Merangkai cerita

Hari ini saya kesingan
Hari ini saya berantakan
Masuk kelas pun terasa hambar
Karena mata ingin sekali terpejam

Hari ini saya kesiangan
Hari ini saya menjadi orang yang paling malang...

dimanche 25 septembre 2011

Berjalan namun terdiam

Satu alasan yang membuat saya melakukan ini mungkin karena adanya kesabaran.

Ketika sang fajar datang dihari ini saya pun sudah memiliki seribu rencana kedepan, lalu ketika sebuah rencana dijalankan hasilnya hanya kekosongan belaka. Bodoh..dan dunggu. Yah, itulah saya...

Diruang ini saya merasa bisu, setengah mati barangkali, hati saya disini namun rasanya ingin cepat berlari, dan sekali saya bertanya, "untuk apa saya disini?"

mardi 20 septembre 2011

Sudah Budaya

Sudah lama saya tidak menjalani rutinitas menulis di blog yang menjijikan ini, memang setelah hampir satu bulan lebih banyak kejadian luar biasa yang terjadi. Mulai dari Nazarudin, isu reshuffle kabinet, kebakaran, kekeringan, sampai masalah Briptu Norman yang 'kekeuh' pengen jadi artist.

Kalau saya lihat dari kacamata saya, semua berita seperti buah saja. Mengapa? karena seperti ada musimnya saja. Belum lupa kasus Nazarudin ada lagi yang baru, mengenai kenerja menteri-menteri yang nakal, lalu musibah kebakaran yang disertai isu kekeringan, adalagi tentang pemerkosaan di dalam kendaraan umum, dan yang paling 'gak penting' adalah rencana pemunduran diri Briptu Norman. *kalau kata teman saya, si Apri "Itu mah peduli setan."

Sempat beberapa kali isu-isu yang lucu tersebut saya angkat kedalam komik saya yang baru, tentunya karena kemarin saya juga berpartisipasi dalam acara 'Wayang&Kita'. Terlepas dari itu semua, saya melihat masalah negeri ini lucu. Karena berkutat tentang masalah yang itu-itu saja.

Seorang teman saya sempat berkata, "Kalo loe gak mau denger berita yang aneh-aneh mendingan buat negara aja sana sendiri?", saya sejenak berfikir, "Kalo gue banyak uang yah pasti gue lakukan, loe-loe, gue-gue!" Tapi memang itu semua memang sudah menjadi budaya. Kalau musimnya mangga semua makan mangga, kalau musim duren yah semuanya juga makan duren. Kalau beritanya yang lagi IN ini kita harus telan bulat-bulat yang sedang IN itu.

Ironis memang yah? tapi biarlah, itu khan sudah menjadi budaya. Harus kita jaga dan kita lestarikan untuk anak cucu kita.

dimanche 7 août 2011

Katalis 'Naik Turunnya Suatu Kehidupan'

Jumat kemarin Heels Phobia baru saja membuat suatu single terbaru yang berjudul 'Katalis' di Tracking Away, dibantu oleh Mas Fiersa Besari dan Mas Ryan.

Bisa dikatakan musik pada lagu ini sedikit berbeda dari yang sudah-sudah, sesuai dengan arti katalis sebenarnya, musik yang disajikan bertempo naik-turun disesuaikan dengan liriknya.

Buat saya sendiri, saya tidak pernah selama kemarin saat mengambil 'take vocal'. Mungkin saja memang saya sudah jarang bernyanyi atau apa.. Yang jelas saat menyanyikan lagu katalis, banyak nada saya yang bergetar. Dan mau tak mau harus di take berulang-ulang.



Tapi satu yang coba digambarkan oleh lagu tersebut adalah keadilan dari suatu kehidupan. Memang lebih idealis, tapi itulah yang coba di gambarkan pada lagu tersebut. Semoga semua yang mendengarkan lagu tersebut dapat meresapi makna dari lagu tersebut.


lundi 1 août 2011

Bienvenue Ramadhan

Pada tahun ini, alhamdulilah saya masih bisa menjalankan ibadah yang menjadi suatu proses pencucian diri yaitu bulan Ramadhan.

Tak terasa ini merupakan ramadhan ke empat yang saya jalankan selama berkuliah di Sastra Perancis Unpad... Dan itu juga menandakan saya memasuki tahun keempat (sebutannya bisa dibilang macan kampus) hahaha.. Saya juga berharap bisa lulus secepatnya dari Sastra Perancis, walaupun itu bukan perkara mudah tapi saya harus optimis bahwa tahun depan saya bisa lulus.

Yah..senang rasanya kembali merasakan suasana bulan ramadhan di Jatinangor. Tepat empat tahun lalu saya ingat betul bahwa pada bulan puasa merupakan bulan awal saya mengenal banyak teman-teman dari sastra perancis karen saat itu bertepatan dengan mabim 2008. Andi Ibnu, Sandy Yudha, dan alm.Geovanni Juventus (Jovan) merupakan rekan berbuka pada saat itu.. Karena memang kita semua belum saling mengenal satu sama lain di angkatan 2008. Saya juga ingat dahulu ada 'Trio' dari sastra perancis 2008 yaitu: Danu, Izul, dan Abi. Kalau bisa dibilang mereka bertiga merupakan pria yang menonjol pada saat itu. (Yah..apalagi semuanya masih lajang dan belum memiliki pasangan)

Mulai dari mencari dana di Dago, Kumpul di depan Gerbang Kampus *yang sekarang menjadi jalan satu arah. Sampai mengadakan acara bakti sosial dan bertemu dengan 'Pak RT' sosok fenomenal bagi saya dan Aii yang sampai saat ini saya tidak tahu siapa namanya.

Saat mencari dana waktu di Dago pun, tim dibagi menjadi dua. Yang saya ingat pada saat itu ada dua teman perempuan saya yang 'slek' perkara buka puasa dimana dan akhirnya kita dibagi dua tim. Apea mungkin bagi tim saya yang kebanyakan laki-laki. Kalau pun ada yang seperti perempuan mungkin cuma Ndit dan Irene saja, karena 'tampilan' Manda dan Ibon lebih cocok dimasukan kategori LAKI.

Saat itu memang tim saya kalah banyak dengan tim yang satunya, tetapi bukannya mencari dana, ujung-ujungnya kami malah menyumbangkan uang kami masing-masing kedalam kardus untuk mengamen. Yang saya ingat rekan di tim saya itu ada Sandy, Aii, Adiyat, Ibon, Manda, Fai, Irene, Gumi, dan Ndith. Kalau tim yang satunya jelas sangat kontras ada Rhia, Femi, Via, Edith, Abi, Oji, Izul, dan Danu. *kalau saya orang waras saya juga pasti lebih senang untuk menyumbangkan uang saya ke tim mereka.

Tapi itulah suatu proses, dimana sampai sekarang saya masih mempunyai teman-teman hebat seperti kalian semua dalam nuansa bulan ramadhan. Dan kalau ada yang menanyakan dimana si Apri? Jawabannya dia masih betah tinggal di Kostannya. *itu alibinya sampai detik ini.

samedi 30 juillet 2011

Dan Ternyata Kamu Pilihan Saya

Kemaren tepat setelah sholat jum'at saya dan apri langsung menuju rumah dosen wali saya, ibu Wandansari. Sebenarnya ini bukan kali pertama saya ke rumah Mme.Wandan, namun pada kesempatan kali ini saya harus berkonsultasi mengenai penjurusan di semester 7 Sastra Perancis Unpad.

Karena saya dan Apri, mahasiswa yang datang kedua terakhir sebelum Danu dan Sandy. Jadi lebih baik mengisi dulu perut yang kosong dengan hidangan yang telah disajikan oleh Mme.Wandan. (Padahal itu alibi saya saja yang telah lapar selama perjalanan dari Jatinangor ke Cilaki)

Satu persatu mahasiswa 2008 kelas A, mulai mengungkapkan keinginannya dalam memilih jurusan. Sekarang memang banyak dari angkatan 2008 yang masuk ke jurusan penerjemahan, sisanya masuk ke sastra dan linguistik.

Sekitar 3 Jam saya berada disana, yah..pokoknya sampai magriblah. Hal itu karena saya ingin mengetahui lebih mendalam tentang masing-masing jurusan dan tentunya tanpa banyak orang, sehingga saya bisa menuangkan apa yang ada didalam diri saya.

Lama saya berbicang dengan Mme.Wandan dan beberapa teman saya yang telat seperti, Ibon, Izul, Danu, dan Sandy. "Memang semua jurusan itu susah.. Dan kalau mau mudah yah gak usah kuliah." itu kata mme.wandan kepada kita.

Dengan semua petuah dan wejangan yang diberikan saya sudah bulat untuk memilih Sastra. Dan semoga apa yang saya pilih ini merupakan sesuatu yang tepat dan berguna dalam hidup saya.

Sastra Let's roll with Me!!!

samedi 23 juillet 2011

Terima Kasih Pak Raden

Dalam meperingati Hari Anak Nasional, saya berkesempatan menghadiri cara yang bejudul 'Terima Kasih Pak Raden' dimana pada acara tersebut hadir bapak drs. Suyadi atau yang bisa kita kenal dengan tokoh Pak Raden.

Acara ini diawali dengan pemutaran film Si Unyil yang dulu ditayangkan di TVRI. Cukup klasik memang, seolah saya kembali lagi menjadi anak-anak. Setelah penayangan film Si Unyil, akhirnya sosok Pak Raden muncul. Walaupun dengan kondisi yang tak segagah dahulu..Pak Raden tetap bersemangat mendongeng pada kesempatan tersebut.

Beliau mendongengkan salah satu karyanya yaitu : Si Kancil dan Raja Rimba. Meskipun ceritanya sederhana namun pesan yang disampaikan syarat akan nilai-nilai moral. Dan itulah yang saya rasa sudah mulai berkurang pada tontonan anak-anak di televisi.

Dan disela-sela acara Pak Raden mengajak semua anak-anak untuk bernyanyi 'Saya Pintar Karena Saya Suka Membaca'. Salah satu anak yang hadir pun berani bernyanyi di depan bersama Pak Raden yang diiringi oleh Kak Mondo dari Sore dan Kak Cholili dari Efek Rumah Kaca.


Benar-benar suatu pertunjukan yang langka untuk kita temui pada stasiun televisi di Indonesia. Yah..semoga saja semua Insan Pertelevisian bisa kembali membangkitkan kejaan 'Tayangan anak yang mendidik dan sesuai dengan usia mereka.'