samedi 5 novembre 2011

Le Texto

C'est le passé, quand nous nous sommes recontrés. Elle m'a dit "Xie xie..ni zhen de hao nan ge ren." D'apres moi, c'étais un dérnier boneur.

Ça fait long temps...
Dans la salle..
Il y avait le CD, le compo, et les textes.

C'est notre histoire...
C'est la bonneur...

jeudi 3 novembre 2011

Lebih Menjengkelkan daripada Bajaj.

Kecanggihan era komunikasi seharusnya bisa mempermudah kita namun, hal itu rasanya tidak berlaku pada saya. Sebenarnya masalah ini menjadi sangat fatal karena menyangkut tugas kuliah.

Saya sudah berargumen namun ia tetap tidak mempercayainya, kecewa betul saya. Rasanya sangat jengkel apabila pekerjaan yang kita buat dengan buah pikir kita sendiri disepelekan atau bahkan diremehkan oleh orang lain.

lundi 31 octobre 2011

Hari ini saya kesiangan...

Hari ini saya kesiangan
Hari ini saya lusuh
Burung pun tertawa melihat tingkah saya

Coba ku bangun dunia
Menggapai cita
Merangkai cerita

Hari ini saya kesingan
Hari ini saya berantakan
Masuk kelas pun terasa hambar
Karena mata ingin sekali terpejam

Hari ini saya kesiangan
Hari ini saya menjadi orang yang paling malang...

dimanche 25 septembre 2011

Berjalan namun terdiam

Satu alasan yang membuat saya melakukan ini mungkin karena adanya kesabaran.

Ketika sang fajar datang dihari ini saya pun sudah memiliki seribu rencana kedepan, lalu ketika sebuah rencana dijalankan hasilnya hanya kekosongan belaka. Bodoh..dan dunggu. Yah, itulah saya...

Diruang ini saya merasa bisu, setengah mati barangkali, hati saya disini namun rasanya ingin cepat berlari, dan sekali saya bertanya, "untuk apa saya disini?"

mardi 20 septembre 2011

Sudah Budaya

Sudah lama saya tidak menjalani rutinitas menulis di blog yang menjijikan ini, memang setelah hampir satu bulan lebih banyak kejadian luar biasa yang terjadi. Mulai dari Nazarudin, isu reshuffle kabinet, kebakaran, kekeringan, sampai masalah Briptu Norman yang 'kekeuh' pengen jadi artist.

Kalau saya lihat dari kacamata saya, semua berita seperti buah saja. Mengapa? karena seperti ada musimnya saja. Belum lupa kasus Nazarudin ada lagi yang baru, mengenai kenerja menteri-menteri yang nakal, lalu musibah kebakaran yang disertai isu kekeringan, adalagi tentang pemerkosaan di dalam kendaraan umum, dan yang paling 'gak penting' adalah rencana pemunduran diri Briptu Norman. *kalau kata teman saya, si Apri "Itu mah peduli setan."

Sempat beberapa kali isu-isu yang lucu tersebut saya angkat kedalam komik saya yang baru, tentunya karena kemarin saya juga berpartisipasi dalam acara 'Wayang&Kita'. Terlepas dari itu semua, saya melihat masalah negeri ini lucu. Karena berkutat tentang masalah yang itu-itu saja.

Seorang teman saya sempat berkata, "Kalo loe gak mau denger berita yang aneh-aneh mendingan buat negara aja sana sendiri?", saya sejenak berfikir, "Kalo gue banyak uang yah pasti gue lakukan, loe-loe, gue-gue!" Tapi memang itu semua memang sudah menjadi budaya. Kalau musimnya mangga semua makan mangga, kalau musim duren yah semuanya juga makan duren. Kalau beritanya yang lagi IN ini kita harus telan bulat-bulat yang sedang IN itu.

Ironis memang yah? tapi biarlah, itu khan sudah menjadi budaya. Harus kita jaga dan kita lestarikan untuk anak cucu kita.

dimanche 7 août 2011

Katalis 'Naik Turunnya Suatu Kehidupan'

Jumat kemarin Heels Phobia baru saja membuat suatu single terbaru yang berjudul 'Katalis' di Tracking Away, dibantu oleh Mas Fiersa Besari dan Mas Ryan.

Bisa dikatakan musik pada lagu ini sedikit berbeda dari yang sudah-sudah, sesuai dengan arti katalis sebenarnya, musik yang disajikan bertempo naik-turun disesuaikan dengan liriknya.

Buat saya sendiri, saya tidak pernah selama kemarin saat mengambil 'take vocal'. Mungkin saja memang saya sudah jarang bernyanyi atau apa.. Yang jelas saat menyanyikan lagu katalis, banyak nada saya yang bergetar. Dan mau tak mau harus di take berulang-ulang.



Tapi satu yang coba digambarkan oleh lagu tersebut adalah keadilan dari suatu kehidupan. Memang lebih idealis, tapi itulah yang coba di gambarkan pada lagu tersebut. Semoga semua yang mendengarkan lagu tersebut dapat meresapi makna dari lagu tersebut.


lundi 1 août 2011

Bienvenue Ramadhan

Pada tahun ini, alhamdulilah saya masih bisa menjalankan ibadah yang menjadi suatu proses pencucian diri yaitu bulan Ramadhan.

Tak terasa ini merupakan ramadhan ke empat yang saya jalankan selama berkuliah di Sastra Perancis Unpad... Dan itu juga menandakan saya memasuki tahun keempat (sebutannya bisa dibilang macan kampus) hahaha.. Saya juga berharap bisa lulus secepatnya dari Sastra Perancis, walaupun itu bukan perkara mudah tapi saya harus optimis bahwa tahun depan saya bisa lulus.

Yah..senang rasanya kembali merasakan suasana bulan ramadhan di Jatinangor. Tepat empat tahun lalu saya ingat betul bahwa pada bulan puasa merupakan bulan awal saya mengenal banyak teman-teman dari sastra perancis karen saat itu bertepatan dengan mabim 2008. Andi Ibnu, Sandy Yudha, dan alm.Geovanni Juventus (Jovan) merupakan rekan berbuka pada saat itu.. Karena memang kita semua belum saling mengenal satu sama lain di angkatan 2008. Saya juga ingat dahulu ada 'Trio' dari sastra perancis 2008 yaitu: Danu, Izul, dan Abi. Kalau bisa dibilang mereka bertiga merupakan pria yang menonjol pada saat itu. (Yah..apalagi semuanya masih lajang dan belum memiliki pasangan)

Mulai dari mencari dana di Dago, Kumpul di depan Gerbang Kampus *yang sekarang menjadi jalan satu arah. Sampai mengadakan acara bakti sosial dan bertemu dengan 'Pak RT' sosok fenomenal bagi saya dan Aii yang sampai saat ini saya tidak tahu siapa namanya.

Saat mencari dana waktu di Dago pun, tim dibagi menjadi dua. Yang saya ingat pada saat itu ada dua teman perempuan saya yang 'slek' perkara buka puasa dimana dan akhirnya kita dibagi dua tim. Apea mungkin bagi tim saya yang kebanyakan laki-laki. Kalau pun ada yang seperti perempuan mungkin cuma Ndit dan Irene saja, karena 'tampilan' Manda dan Ibon lebih cocok dimasukan kategori LAKI.

Saat itu memang tim saya kalah banyak dengan tim yang satunya, tetapi bukannya mencari dana, ujung-ujungnya kami malah menyumbangkan uang kami masing-masing kedalam kardus untuk mengamen. Yang saya ingat rekan di tim saya itu ada Sandy, Aii, Adiyat, Ibon, Manda, Fai, Irene, Gumi, dan Ndith. Kalau tim yang satunya jelas sangat kontras ada Rhia, Femi, Via, Edith, Abi, Oji, Izul, dan Danu. *kalau saya orang waras saya juga pasti lebih senang untuk menyumbangkan uang saya ke tim mereka.

Tapi itulah suatu proses, dimana sampai sekarang saya masih mempunyai teman-teman hebat seperti kalian semua dalam nuansa bulan ramadhan. Dan kalau ada yang menanyakan dimana si Apri? Jawabannya dia masih betah tinggal di Kostannya. *itu alibinya sampai detik ini.